ANDALAH PENGUSAHA AGRIBISNIS

Just another WordPress.com weblog

DEGRADASI PEMINATAN TERHADAP FAKULTAS PERTANIAN January 13, 2010

Filed under: agrinote — aziz13111991 @ 9:27 am

Oleh : Aziz Fauzi
Krisis ekonomi yang melanda Negara kita pada tahun 1997 seakan membangunkan kita bahwa betapa rapuhnya pondasi perekonomian yang tidak dilandsi oleh potensi sumber daya lokal.
Sumber daya lokal yang mampu bertahan dalam badai krisis tersebut salah satunya adalag sector pertanian, dengan demikian sector ini memiliki potensi yang besar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan bangsa. Sebab segala kegiatan yang berada di pedesaan dilakukan dengan terintegrasi dengan pertanian. Karena inilah keahlian mereka yang digunakan dalam mempertahankan hidupnya.
Namun tingkat kesejahteraan petani sampai saat ini masih belum memenuhi harapan. Hal ini mungkin diakubatkan oleh system pertanian yang digunakan masih konvensional yang berorientasi pada tingginya jumlah produksi sehingga berbagai upaya dilakukan untuk mencapai tujuan itu termasuk penggunaan pestisida yang berlebihan. Penggunaan pestisida ini tanpa disadari akan merusak ekosistem lingkungan , akibatnya lambat laun produktivitasnya menurun sedangkan menurut data rata- rata petani pulau Jawa hanya memiliki lahan 0,3 % dari lahan yang ada.
Dengan melihat kenyataan ini maka menurut Drh.H. Chayan Soyadi,M.Sc,M.M konsep pertanian yang sekarang seharusnya diterapkan adalah system pertanian yang berwawasan ekologis, ekonomis, dan berkesinambungan. Dengan system ini diharapkan akan memperpanjang siklus biologis dengan tidak adanya hasil buangan. Sehingga akan ramah lingkungan dan ekosistem akan terjaga keseimbangannya.
Konsep ini harus segera disosialisasikan kepada masyarakat luas khususnya kepada para petani. Dalam hal ini tentu saja menjadi tanggung jawab para ahli yang bergerak dalam bidang pertanian khususnya para penyuluh pertanian dan calon penyuluh pertanian (mahasiswa fakultas pertanian).
Sehubunga dengan ini banyak para pengamat yang menyatakan kekhawatirannya terhadap keberlangsungan atau regenerasi mahasiswa fakultas pertanian, termasuk yang disampaikan oleh rektor Dr.Ir.Henry,M.Sc IPB bahwa terjadi terjadi degradasi peminatan siswa terhadap fakultas pertanian dalam kelautan dari tahun ke tahun padahal Negara Indonesia dari dulu terkenal sebagai Negara agraris dan maritime. Selain itu berdasarkan data dari panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2009, sebanyak 2894 kursi kosong pada program studi pertanian di 47 perguruan tinggi negeri. Ditambah lagi dari data Departemen Pendidikan Nasional sebanyak 20 perguruan tinggi negeri dan swasta menutup program studi pertanian. Hal ini merupakan masalah yang serius karena pendidikan merupakan ujung tombak dari peningkatan sumber daya manusia termasuk dalam hal mencetak para ahli pertanian nantinya.
Ada beberapa hal yang menyebabkan hal itu terjadi diantaranya adalah :
1. Pertanian dideskriditkan sebagai suatu bidang kajian yang sifatnya primitive dan tidak modern.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta derasnya arus globalisasi telah sedikit banyak mempengaruhi pola pikir (mind set) para siswa yaitu meningkatnya budaya gensi diantar mereka. Mereka mengira bidang kajian pertanian hanyalah sekadar mencangkul, turun ke sawah atau panas- panasan di tengah teriknya matahari dan lapangan pekerjaannya pun akan menjadi seperti itu.
Jika masalahnya adalah budaya gengsi ini maka cara yang sebaiknya ditempuh adalah memperbaiki citra pertanian agar lebih adaptif dan kampanye teknologi pertanian modern untuk menarik kembali minat para siswa terhadap sector pertanian.
2. Kebijakan pemerintah yang lebih mefokuskan pada pendidikan dan kesehatan. Memang tidak ada yang salah dengan kedua lini ini akan tetapi yang perlu diingat adalah bahwa pendidkan yang diamksud adalah termasuk pendidikan pertanian.
Revitalisasi pendidikan pertanian adalah langkah tepat untuk dilaksanakan. Revitalisasi pendidikan pertanian dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah dengan memberikan beasiswa , seperti yang telah dilaksanakan oleh pemerintah provinsi jawa barat dengan program beasiswa satu siklus jenjang S1 dan D3 pertanian.
Dan masih banyak lagi fatro yang mempengaruhi kepeminatan siswa terhadap program studi di fakultas pertanian. Namun kita harus bisa menemukan pemecahan terhadapnya. Sebab menbangun pertanian berarti menyelamatkan bumi, membangun pertanian berarti menjamin ketahanan pangan bangsa dan membangun pertanian sama halnya memajukan perekonomian rakyat.
Akhirnya, kerjasama antar berbagai pihak memang sangat diperlukan dalam menarik kembali atensi dan daya tarik para siswa terhadap fakultas pertanian.
Penulis adalah
mahasiswa kerjasama faperta Unsil-Pemprov Jawa Barat

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s